Lover era atau Denial era? Menyingkap Sisi Lain dari Lagu ‘Lover’ Taylor Swift
![]() |
source: Pinterest |
Siapa yang tidak kenal dengan Taylor Swift? Salah satu penyanyi paling berpengaruh pada masa ini dengan jutaan orang dari berbagai negara yang menikmati lagu lagu buatannya. Sejak tahun 2006 hingga saat ini, ia masih konsisten membuat lagu dengan keahliannya dalam merangkai kata yang mampu menggambarkan perasaan dengan jelas, salah satunya adalah lagu berjudul ‘Lover’ yang dirilis nya pada tahun 2019 dalam album Lover. Lagu Lover sendiri adalah lagu utama pada album tersebut, memiliki nuansa romansa yang bisa terlihat dari judulnya, membuat lagu ini dikategorikan dengan ‘Love Song’ oleh para pendengarnya. Memang lagu ini terdengar seperti lagu cinta yang kita tahu manis dan penuh dengan harapan, namun jika kita mencaritahu lebih dalam, ternyata beberapa lirik disini memilki makna yang bisa diinterpretasikan berbeda lho.. yaitu nuansa lain yang diinterpretasikan sebagai bentuk 'Denial' atau penyangkalan dalam suatu hubungan. Berikut adalah beberapa lirik yang memiliki sisi lain dari makna literal nya, lets break down!
“Can I go where you go?
And can we always be this close forever?”
Lirik yang pertama ini memiliki makna literal tentang seseorang yang berharap bisa selalu dekat dengan
kekasihnya kemanapun ia pergi. Sebagaimana awamnya orang yang sedang jatuh
cinta dan selalu ingin Bersama dengan orang terkasihnya. Namun lirik inipun
memiliki arti sebagai bentuk ‘permohonan’ yang dimana sang kekasihnya mulai
terlihat menjauh dengannya dan ia memohon untuk tidak pergi, dan harapan untuk
mereka bisa Bersama lagi setelah mungkin sudah sekian lama tidak menghabiskan
waktu Bersama atau ketidakpedulian sang kekasih akan hubungan mereka berdua.
Bisa diliat kedua makna ini memiliki makna dan emosi yang berbeda, yang dimana
satunya menjelaskan tentang keinginan selalu Bersama karna rasa cinta,
sedangkan yang satunya lagi adalah sebuah permohonan, keputusasaan yang
membuatnya harus memohon kepada kekasihnya untuk dapat memperhatikan dirinya
dan hubungan mereka. Sedangkan dalam lirik “forever and ever” diulang dengan
penuh keyakinan dalam lagu, menandakan keinginan untuk mempertahankan hubungan
selamanya. Namun, janji abadi ini bisa lho mencerminkan penolakan terhadap
kenyataan bahwa cinta dan hubungan itu akan selalu berubah. Dalam konteks
penyangkalan ini, seseorang bisa mengabaikan tanda-tanda masalah karena
keinginan kuat untuk selalu bersama.
"And you’ll save all your
dirties jokes for me"
Lirik yang selanjutnya
ini mungkin banyak yang mengartikan bagaimana pasangan kekasih yang sering
melempar candaan satu sama lain, candaan-candaan kotor yang banyak orang
percaya dapat mempererat suatu hubungan romansa. Namun jika kita teliti lagi,
di dalam lirik ini kata “You’ll” memiliki Future Tense dengan adanya penggunaan
kata “will” yang berartikan “akan.” Itu berarti seseorang disini hanya
sekedar ‘berharap’ bahwa pasangannya akan melakukan hal tersebut padanya dikarenakan itu ‘belum’ terjadi. Ini adalah sebuah penyangkalan bahwa orang terkasihnya, pada kenyataannya tidak seperti itu, namun ia masih menaruh harapan
kalau pasangannya melakukan hal-hal yang bisa membuat hubungan mereka lebih
erat. Sangat miris jika kita perhatikan, karena seseorang tersebut terlihat
seperti sedang mencoba untuk menghibur dirinya sendiri, dengan meyakinkan
dirinya bahwa hal-hal yang dia inginkan dari pasangannya itu akan terjadi nanti, tapi
sebenarnya dia hanya sedang menyangkal kenyataan yang dialaminya.
"Got every table, I’ll
save you a seat, lover.."
Kali ini pada lirik
berikutnya mempunyai makna yang secara tidak langsung adalah keantusiasan
seseorang ketika bersama dengan pasangannya, dengan bahagia dia menyiapkan
sebuah kursi yang dia tau siapa yang akan menempatinya dan menemaninya disana.
Namun ternyata lirik inipun bisa mempunyai makna lain. Sama seperti kasus
sebelumnya yang ada satu kata menggunakan Future Tense, itu berarti keadaannya
belum terjadi. Lebih tepatnya setiap dia sedang berada di suatu tempat, ia
selalu menyiapkan satu kursi tambahan untuk kekasihnya, namun dia tidak pernah
datang. Jadi yang dilakukannya hanya menyiapkan kursi sambil berharap dia bisa
hadir dan bersamanya ditempat itu.
Makna di balik lagu Lover bisa sangat subyektif, dan tiap pendengar mungkin memiliki interpretasi yang berbeda. Lagu ini bisa juga menggambarkan kebahagiaan yang murni, seperti makna literalnya, namun bagi sebagian orang, sisi lain inipun bisa menggambarkan perasaan cinta yang rapuh, ketergantungan secara emosional, dan penyangkalan terhadap kenyataan yang mungkin menyakitkan. Melalui lirik-liriknya, Taylor Swift berhasil menangkap kerumitan hubungan yang diwarnai oleh cinta, harapan, dan mungkin juga penyangkalan. Tidak dilupa, lagu ini menjadi pengingat untuk orang-orang yang mendengarnya agar mencintai dengan penuh kesadaran, bukan hanya terbuai dalam romansa indah yang mungkin tidak selalu nyata.
Jadi bagaimana teman-teman? bukankah menyenangkan ketika kita menemukan ada sisi lain dibalik lagu-lagu yang biasa kita dengar ini, mungkin memiliki makna yang lebih luas dari makna umumnya yang kita tahu. Karena luasnya interpretasi orang-orang yang berbeda dan pengalaman-pengalaman yang pernah dilalui nya itu, akan sangat berpengaruh kepada bagaimana sudut pandang melihat atau bereaksi pada suatu hal.
kak request back to december dong
BalasHapusnextnya mungkin bisa bahas lagu cardigan kak, pingin tau lebih dalem soal makna yg ada di lagu itu
BalasHapus